Pronomina dalam Biografi Kelas X (16 -- 20 Maret 2020)
- Nurmala Sari

- Mar 16, 2020
- 2 min read
Pengantar:
Kita masih mengulas bab biografi. Pekan lalu saya sudah menyampaikan materi tentang etimologi kata biografi, pengertian, jenisnya, dan struktur dari teks biografi. Kemudian, kita belajar menganalisis butir-butir penting yang dapat diteladani dari tokoh dalam teks biografi (kompetensi dasar 3.14.) yang dikombinasikan dengan menyajikan butir-butir tersebut ditambah argumen dari kalian (kompetensi dasar 4.14.).
Pada kesempatan kali ini, pembahasan dilanjutkan pada aspek makna dan kebahasaan dalam teks biografi (kompetensi dasar 3.15.).
Kebahasaan yang akan diulas adalah PRONOMINA.
Pronomina merupakan istilah linguistik (ilmu bahasa) yang berarti kata yang dipakai untuk mengganti orang atau benda. Singkatnya, pronomina adalah kata ganti. Pronomina yang banyak digunakan dalam keseharian adalah pronomina persona, yaitu kata ganti yang menunjukkan kategori persona (orang).
Pronomina persona terbagi atas tiga jenis (orang pertama, orang kedua, dan orang ketiga) dan yang masing-masingnya dibedakan lagi atas tunggal dan jamak.
Tunggal berarti unutk satu orang dan jamak berarti untuk lebih dari satu orang (banyak orang).
Contoh-contoh dari masing-masing jenis pronomina persona tersaji dalam tabel berikut:

Contoh penggunaan dalam teks biografi "George Saa, Si Jenius dari Papua" adalah sebagai berikut:
Ia dikenal sebagai Sang Jenius dari Papua. Ia lahir di Manokwari pada 22 September 1986. Sejak kecil, dia sering tinggal berpindah-pindah mengikuti orang tuanya. Bahkan, tak jarang dia hidup terpisah dari orang tuanya. Dia adalah seorang pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun 2004 dari Indonesia.
Pada kutipan paragraf di atas, diketahui bahwa kutipan tersebut menggunakan kata ganti ia dan dia (yang bergaris bawah) yang merupakan pronomina persona jenis orang ketiga tunggal.
B.J. Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Beliau adalah presiden ketiga Republik Indoneisa. Beliau dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo.
Pada kutipan teks biografi di atas, bisa terlihat bahwa pronomina persona yang digunakan adalah beliau (bergaris bawah) yang juga termasuk orang ketiga tunggal.
Apakah uraian di atas bisa dimengerti?
Bila ada pertanyaa, silakan ajukan melalui kolom komentar pada postingan ini sertakan nama lengkap dan kelas kalian.
INS

Ayu Dinda Maharani (X OTKP)
Mely Yanti
X OTKP
Anik Indra Putri ( X AKL )
Ananta Pasya Octaviani (X AKL)
Putri Anasthasya X OTKP