top of page

Merealisasikan Visi melalui Prakarsa Perubahan

JURNAL REFLEKSI DWIMINGGUAN 3


MODUL 1.3

VISI GURU PENGGERAK


Assalamualaikum…

Salam guru hebat


Saya adalah Nurmala Sari

Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 9

SMP Negeri 3 Kosambi

Kabupaten Tangerang


Ini merupakan uraian jurnal dwimingguan saya dalam mengikuti kegiatan Pendidikan Guru Penggerak (PGP). Refleksi ini masih tetap menggunakan formula 4P, yaitu Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan. Jurnal kali ini saya buat setelah mempelajari dan memahami modul 1.3 tentang visi guru penggerak.


PERISTIWA

Mempelajari modul 1.3 dalam PGP memberikan pengalaman baru bagi saya karena setiap hal yang dilakukan perlu memiliki harapan atau arah sebagai target. Hal itu dirupakan sebagai visi. Visi merupakan pandangan ke depan berisi harapan yang hendak di tuju. Baiknya apapun hal yang kita lakukan memiliki visi yang jelas dan baik. Tanpa visi kita akan berjalan tanpa tahu arah.

Selain belajar membuat visi, saya juga belajar tentang paradigma untuk merealisasikan visi tersebut, yakni dengan paradigma Inkuiri Apresiatif (IA). Dalam IA, saya berlatih dalam melakukan analisis terkait modal awal yang saya miliki lewat ATAP (Awal/Aset, Tantangan, Aksi, dan Pembelajaran). Setelah itu, visi diturunkan melalui Prakarsa Perubahan. Pernyataan prakarsa perubahan adalah gambaran upaya nyata yang memungkinkan gotong-royong dalam meningkatkan kualitas pembelajaran murid berbasis aset/kekuatan.


PERASAAN

Bagaimana perasaan saya Ketika mengikuti pembelajaran modul 1.3 ini? Bila berlandaskan roda emosi Plutchik, saya merasa cemas karena bagi saya membuat sebuah visi yang sederhana pun bukanlah sesuatu yang mudah. Saya memiliki banyak harapan terhadap murid, tetapi saya tidak bisa egois dengan membuat visi yang panjang yang pada akhirnya rumit dan sulit bagi saya dalam merealisasikannya.


PEMBELAJARAN

Hal utama bagi saya yang dipelajari dari modul ini adalah bagaimana langkah demi langkag menurunkan visi hingga bisa terealisasi di sekolah. Salah satunya paradigma yang digunakan, yaitu Inkuiri Apresiatif. Inkuiri Apresiatif mencoba membuka pandangan bahwa untuk bergerak dalam mencapai finish dari sebuah visi diperlukan kolaborasi dari punggawa yang berada dalam instansi/organisasi. Bergerak sendiri itu melelahkan dan membingungkan karena individu tentu memiliki keterbatasan kemampuan. Namun, bila semua anggota memaksimalkan kemampuan dan menyatukannya dalam gerak kolaborasi yang akur, tentu tapak langkah kaki bisa makin lebar dan makin cepat sehingga ketercapaiannya bisa diperkirakan. Paradigma ini berfokus pada kelebihan setiap orang, bukan pada kekurangan setiap orang. Kelebihan yang berbeda bagaikan puzzle yang bila disatukan akan menjadi utuh.

Visi yang telah disusun itu kemudian diturunkan menjadi prakarsa-prakarsa perubahan sebagai tonggak-tonggak pencapaian yang akan mengantarkan saya dari waktu demi waktu ke jarak yang lebih dekat dengan visi yang telah disusun. Prakarsa perubahan bukanlah slogan, bukan pula judul kegiatan. Pernyataan prakarsa perubahan adalah gambaran upaya nyata yang memungkinkan gotong-royong dalam meningkatkan kualitas pembelajaran murid berbasis aset/kekuatan


PENERAPAN

Setelah memahami materi dalam modul 1.3. tentang visi guru penggerak ini, saya akan menerapkan inkuiri apresiatif untuk melaksanakan manajemen perubahan di sekolah saya. Saya akan membuat prakarsa perubahan untuk mewujudkan kebiasaan-kebiasaan baru yang tentunya akan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Ke depannya peningkatan kualitas pembelajaran itu akan lebih cepat dalam mewujudkan siswa dengan karakter profil pelajar Pancasila.


 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


20180628_132425.jpg
About Me

Just person who want to try new something. Everything which make me learn about life.

 

Join My Mailing List

© 2023 by Going Places. Proudly created with Wix.com

bottom of page