top of page

NYAMAN, OKE. AMAN? (Late Post)




Sebenarnya inspirasi untuk menulis sudah banyak. Sayang terbentur luang waktu yang tak kunjung ada. Banyak hal terjadi yang bisa jadi pelajaran dalam kurun waktu dua bulan ini. Perubahan tak luput di dalamnya. Namun, sejauh ini cuma bisa direnungi kemudian disimpan baik-baik dalam pikiran dan hati.


Tiba-tiba saja teringat tentang pola kehidupan. Dulu pernah buat kutipan tentang topik ini. Sekarang… beberapa hal seperti ter-rewind. Perkara hidup -- menurut saya – tidak pernah terlepas dari pola sebab-akibat. Setiap sebab yang kita lakukan pasti mengakibatkan hal lain. Kalau dibalik, semua hal yang terjadi pasti ada penyebabnya.


Sebenarnya sedang mencermati tingkah laku beberapa orang. Yang sejujurnya menurut saya, mereka mengulangi pola yang sama yang pernah mereka lakukan dulu. Mungkin mereka enggak sadar. Mungkin juga sayanya kali yang terlampau peka dan sok tahu. Berusaha enyah tapi makin terlihat. Berusaha tutup mata. Informasi baru malah bertambah. Kemudian… dipikiran anak sok tahu ini muncul pertanyaan, “Enggak bosen mengulangi hal yang sama yang kemungkinan besar hasilnya mendekati sama? Enggak pengen merasakan hal yang beda yang mungkin jauh-jauh-jauh lebih baik? Enggak penasaran sama hal baru yang baik yang banyak sekali bertebaran di hidup ini?”


Terlebih lagi nih, ya. Pola yang dilakukan adalah hal keliru. Ini kok kayak orang ndablek, ya. Memang enggak pernah introspeksi diri apa, yak! Kezel sebenarnya. Punya inisiatif kasih tahu, tapi apalah hamba ini. Cuma res-resan gorengan yang belum tentu orang mau makan. Pernah berpikir enggak sih jangan-jangan hidup yang menurut kita banyak cobaan ini bukan karena Allah yang kasih ujian. Namun, lebih karena kitanya sendiri yang salah pilih jalan. Ibarat kata mah, Allah sudah kasih petunjuk jalan mana saja yang boleh dan enggak boleh kita lewati. Allah kasih jalan A, B, C, D, dan E. Terus, kitanya yang sering sok tahu dan ndablek ini malah pilih jalan yang enggak ada di opsi yang Allah kasih. Lalu, ujian datang bertubi-tubi, terus bilang, “Allah lagi kasih ujian, nih!” Mohon maaf ini, ya, kita yang sok tahu pilih jalan sendiri terus tiba-tiba bilang begitu. Jelas ngacolah, ya.


Gengs… Allah itu sudah kasih petunjuk jelas jalan mana saja yang buat kita AMAN. Bukan sekadar NYAMAN. Pinjam kutipan adik cantik, nih. Terima kasih atas sharing dua pekan lalu. Kita NYAMAN dengan jalan yang keliru padahal itu enggak AMAN buat kita kelak. Kita NYAMAN dengan jalan yang keliru padahal kelak itu yang bikin kita sulit. Terus, keliru itu bikin buta mata dan buta hati, lalu terjungkal ke dalam lubang besar. Jangan bilang itu ujian dari Allah, deh. Petunjuknya Allah sudah jelas, kok, terukir indah dalam sastra sajak Alquran. Kemudian, diperkuat teladan dari Nabi Muhammad saw. Tak perlulah ikut-ikut petunjuk lain yang enggak jelas ujung jalannya. Mungkin sudah banyak yang mengingatkan, tapi kembali lagi… karena otaknya ndablek jadi enggak mau dengar. At least… merasa apa yang dilakukan sudah baik dan benar karena merasa NYAMAN tadi. Padahal, dari sudut pandang orang lain, jelas keliru. Cobalah diintrospeksi lagi, NYAMAN dalam konsep kita itu sudah benarkah? NYAMAN-nya itu sudah dalam kategori AMAN-kah? Semua demi kebaikan kita, kok.


Ada satu kutipan yang relevan dengan tulisan ini:

Hiduplah semaumu, tapi ingat bahwa akhirnya kau akan mati.

Cintailah siapa pun, tapi ingat pada suatu saat kau akan berpisah dengan yang dicintai.

Berbuatlah sekehendak hatimu, tapi ingat kau akan menerima balasannya.

-Nasihat Malaikat Jibril kepada Rasulullah saw-


(INS)

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


20180628_132425.jpg
About Me

Just person who want to try new something. Everything which make me learn about life.

 

Join My Mailing List

© 2023 by Going Places. Proudly created with Wix.com

bottom of page